Monday, 6 October 2014

To be the most beautiful woman in the world

With your beauty, you are better than the sun; with your morals you are more sublime than musk; with your modesty you are nobler than the full moon; with your compassion you are more beneficial than rain. So, preserve your beauty with faith, your tranquility with contentment, your chastity with---Hijab.




Remember that your adornment is not gold, silver or diamonds, rather it is two rak’ahs at Fajr, going thirsty when you fast for Allah (swt), concealed charity which no one knows except Him, hot tears that wash away sin, a lengthy prostration born of utter submission to Allah (swt), shyness before Allah (swt) when the inclination to do evil overwhelms you. Clothe yourself with garments of Taqwa (piety) for you are the most beautiful woman in the world, even if your clothes are shabby. Beware of the life of bewitching immoral disbelieving women, for they are the fuel of the Fire of Hell.

“None shall reach it but those most unfortunate ones” ~ Surat Al-Lail, Verse 15 ~





Dipetik daripada buku You Can Be The Happiest Woman In The World oleh Dr A'id al-Qarni.

Wednesday, 24 September 2014

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, mengikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami; pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan.” 


''Air hujan yang turun membasahi bumi, tak pernah mencaci awan tak pernah marah pada langit, ia rela jatuh ke tanah, menyatu dan menjadi air yang kotor, hanya karena pasrah dan yakin, bahwa ia mampu menyuburkan bumi yang tandus. Tak apa ia tak lagi sebersih dulu, tak apa ia kini berada dibawah, di injak kaki-kaki manusia, menelusuri lorong-lorong sempit nan kotor, karena baginya hakikat hidup adalah untuk memberi manfaat bagi yang lain.'' 


Petikan daripada Daun Yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye.

Hidup ini, bukan sekadar untuk menjadi yang paling berkuasa. Hidup juga tidak hanya untuk menjadi hamba dunia. Fahamilah hakikat hidup yang sebenarnya, dan jangan 
pernah putus asa. 


Sunday, 21 September 2014

Assalamualaikum.




    Hey there ;)


    Why on earth I'm here ? Well, it's one of my courseworks for this semester, I haven't thought of having a blog since my school life (dulu ada blog, lepastu dah malas sebab taktahu nak cerita pasal apa) has ended. Thanks for reading, takde yang special pun, just a simple blog with a simple post and yeah, it's boring, I know. Sorry I couldn't help more. May Allah bless you, have a nice day ahead!